tanpa-suster
Tuesday, June 21, 2011
Hidup Dengan Atau Tanpa Suster?
Jika bisa memilih, bagi ibu-ibu yang harus sering meninggalkan anak-anaknya ke luar rumah demi mencari sesuap nasi....pastilah tidak mau menitipkan anak-anak mereka ke asuhan suster / pembantu.
Tetapi kadang, memang kita harus membuat pilihan, dan tentu saja, setiap pilihan itu ada konsekwensinya.
Betul?
Sudah sering bangettt di bahas mengenai pro kontra para ibu ini dengan para susternya hihihi...
Ada cerita suka...tapi lebih banyaaak cerita sedih...:(
Sedih karena sebenernya sangatt gak tega meninggalkan anak begitu saja dengan susternya..
Sedih karena di sisi lain, kita sebagai ibu tidak bisa meninggalkan tanggung jawab untuk membantu suami dalam meringankan kebutuhan keuangan rumah tangga yang makin lama makin besaaar :(
Betul???
Nah....tanpa 'mengecilkan' dilema/permasalahan ibu bekerja yang satu ini, sekarang kami mau menawarkan satu solusi, supaya ke depannya, atau dalam waktu singkat, Anda bisa terbebas dari suster!
Dalam arti, Anda bisa di rumah saja....menjaga & merawat anak-anak Anda.. ..DAAAANN.....tetap ber-penghasilan!!
Penghasilan yang Anda dapatkan, akan bisa menyamai gaji kantor yang Anda dapatkan sekarang...bahkan bisa jauuh melebihi gaji Anda sekarang....Penasaran??? ;-)
Baca terus blog saya ini yaaa.......^*^
Monday, April 4, 2011
Kriteria Pengasuh yang Baik
Apakah pengasuh yang Anda pekerjakan sudah baik kualitasnya? Coba amati dan kenali kriteria pengasuh yang baik.
Jaman sekarang memang tidak mudah mendapatkan pengasuh atau babysitter yang baik dan berkomitmen dalam pekerjaannya. Namun bukan berarti itu tidak mungkin. Coba amati, apakah pengasuh Anda memiliki kriteria-kriteria pengasuh yang baik di bawah ini:
Jaman sekarang memang tidak mudah mendapatkan pengasuh atau babysitter yang baik dan berkomitmen dalam pekerjaannya. Namun bukan berarti itu tidak mungkin. Coba amati, apakah pengasuh Anda memiliki kriteria-kriteria pengasuh yang baik di bawah ini:
- Anak tampak senang dengan keberadaannya. Anak akan tampak senang menghabiskan waktu dengan pengasuh jika pengasuh itu hangat, sabar, dan perhatian. Anda pun merasa terbantu dengan keberadaannya.
- Anak tidak berhenti berbicara mengenai aktivitasnya bersama pengasuh. Jika pengasuh juga menikmati pekerjaannya mengasuh dan menemani anak asuhnya, maka anak akan tahu.
- Pengasuh juga memberikan masukan atau solusi yang baik dan kreatif ketika menghadapi masalah. Ia juga menunjukkan komitmen dan perhatiannya pada permasalahan anak dan mendiskusikannya dengan Anda.
- Pengasuh berusaha untuk tetap menjaga hubungan. Pengasuh yang bekerja dengan serius akan tetap memberikan Anda informasi aktivitas hariannya dengan anak.
- Pengasuh akan menunjukkan minat terhadap kreativitas anak dan ikut mengembangkannya. Ini bisa dilihat dari anak yang menunjukkan bermacam-macam kebisaan baru, seperti lagu baru, kata-kata baru, atau hasil kreativitasnya yang lain.
- Anak tampak bersih dan terawat. Kebersihan adalah tanda dari ketelitian dan kecermatan. Ini adalah tanda bahwa pengasuh fokus pada anak.
- Tidak sering terjadi 'kecelakaan'. 'Kecelakaan' mungkin bukan hal yang bisa dihindari 100%, tapi pengasuh yang baik akan berusaha membuat segalanya aman untuk anak asuhnya.
Wednesday, December 8, 2010
Babysitter vs. Day Care
Umumnya, tidak ada yang lebih aman menitipkan buah hati selain pada nenek, saudara atau kerabat dekat saat Anda harus bekerja di luar rumah. Sebab, biasanya dengan orang-orang terdekat, Anda punya trust, ikatan batin dan kedekatan ini juga membuat anak merasa lebih nyaman. Namun, bagaimana jika Anda berada dalam situasi yang kurang menguntungkan. Pilihannya hanya babysitter atau day care. Berikut plus-minus menitipkan pengasuhan anak pada babysitter dan day care.
Babysitter
Plus:
Plus:
Babysitter
Plus:
- Orang tua dapat menyusun peraturan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sang babysitter, sesuai dengan nilai yang ingin dikembangkan.
- Anak bisa tetap bermain dan bergerak di ruang yang sama dan nyaman, yaitu rumah.
- Anak mendapat perhatian khusus, karena satu babysitter hanya punya konsentrasi penuh pada satu anak saja.
- Anak akan tenggelam pada rutinitas yang sama.
- Anak hanya akan berteman dengan babysitter-nya saja. Risiko anak “lengket” dengan babysitter besar.
- Meskipun telah dilatih oleh yayasan, supervisi tidak dilakukan langsung oleh pengelola yayasan terhadap babysitter. Apabila yayasan hanya menjadi penyalur dan tidak memberikan pelatihan ketrampilan mengasuh dan merawat anak, maka standar layanan babysitter tidak terjamin.
Plus:
- Para staf memiliki dasar pendidikan anak sekaligus ilmu kesehatan anak yang disupervisi langsung oleh pengelola tempat penitipan anak.
- Program di tempat penitipan anak dirancang sesuai perkembangan bayi dan balita. Untuk si balita, lembaga penitipan anak akan menerapkan kurikulum pendidikan anak usia dini (PAUD).
- Anak akan memiliki aktivitas dan alat bermain yang beragam serta ruang bermain (baik di dalam maupun diluar ruang) yang relatif lebih luas bila dibandingkan ruang mereka di rumah sendiri.
- Anak akan berkenalan dengan suasana baru, orang baru dan bertemu/mengenal anak-anak seusianya. Ketrampilan anak untuk beradaptasi terasah sejak dini.
- Oleh karena staf yang bertugas mengurus dan merawat anak tidak hanya satu, maka anak tidak lengket dengan sang pengasuh.
- Anak berisiko lebih mudah tertular penyakit dari anak lain.
- Anak harus berbagi perhatian pengasuh dengan anak. Karena di tempat penitipan anak, pengasuh harus menangani beberapa anak.
- Orang tua harus menjemput anak sebelum tempat penitipan anak tutup. Day care pada umumnya tutup di sore hari, sesuai waktu pulang kantor ayah dan ibu.
Subscribe to:
Posts (Atom)


